Potret PMI se-Kalimantan Tengah

Dalam musyawarah kerja provinsi tanggal 25 Oktober 2011, dr. Djono Koesanto, MPH menyampaikan hasil penilaian Kinerja dan Profil dari masing-masing kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah:

  • PMI Kalimantan Tengah, masih ada merah pada SDM
  • PMI Palangka Raya, merahnya di sosial, sdm dan logistik
  • PMI Kapuas, merah pada monitoring, penanggulangan bencana, pengembangan sumber daya, pendidikan dan pelatihan, logistik
  • PMI Barito Selatan, merah di penanggulangan bencana, sdm, sarana dan parasarana
  • PMI gunung Mas: ada merah pada penanggulangan bencana dan pengembangan sumber daya
  • PMI Kotawaringin Timur, hijau hampir semua, kuningnya banyak.
  • PMI Kotawaringin Barat, hampir semuanya kuning, satu hijau
  • PMI Pulang Pisau, merah pengembangan sumber daya
  • PMI Seruyan, merah monev dan pengembangan sumber daya
  • PMI Lamandau, tidak ada data
  • PMI Sukamara, tidak ada data
  • PMI Bartim, tidak ada data
  • PMI Barut, tidak ada data
  • PMI Murung Raya, tidak ada data

Kotim terbaik se-Kalimantan Tengah. Hanya 8 kabupaten saja yang datanya sudah masuk. 6 kabupaten yang belum memasukkan data.

Idealnya untuk perencanaan anggaran adalah Program Oriented. Tapi di  Indonesia yang berjalan adalah budget oriented. Proposal itu riil saja, yang penting bisa dipertahankan.

Sebaiknya menyusun program berdasarkan hasil rakor. Berarti ada kegiatan-kegiatan yang tidak terlaksana. Merah jadi kuning dan kuning jadi hijau. Kegiatan-kegiatan itu pasti memerlukan uang. Disitulah kita mengajukan dana untuk kegiatan-kegiatan untuk memperbaiki potret PMI Kabupaten.

Masing-masing kegiatan disampaikan asas manfaatnya. Misalnya pelatihan KSR/TSR – kalau ada bencana, ada tenaga bantuan. Kalau dicoret, silahkan kalau tidak ada bantuan dalam bencana. Jumlah anggaran relatif. Di Bappeda itu fleksibel saja, ukurannya adalah asas manfaat dibanding dengan yang lain-lain.

Variabel yang dinilai:

  1. Visi, misi dan strategi
  2. Kepemimpinan
  3. Manajemen strategis
  4. Komunikasi
  5. Monitoring dan evaluasi
  6. Penanggulangan bencana
  7. Pelayanan sosial dan kesehatan
  8. Sumber daya manusia
  9. Sarana dan prasarana
  10. Pengembangan sumber daya
  11. Manajemen keuangan
  12. Pendidikan dan Pelatihan
  13. Logistik

Kinerja Bidang Sumber Daya, Sarana dan Penilaian Kapasitas PMI. Kualifikasi Penilaian Kapasitas PMI.

Nahson Taway: pendekatan pengajuan proposal program dilakukan sebelum penyusunan anggaran.

Djono Koesanto: untuk tahun 2013 pengusulan dana sebaiknya dimulai trimester pertama tahun depan.

Bambang: tergantung bagaimana kita mendekati pimpinan eksekutif yang ada untuk bisa menggolkan anggaran. Advokasi penting.

Tiel Jabar:

  1. Mukerprov akan dilaksanakan awal tahun
  2. Sumber dana selain pemda: fundraising (1 M Tahun 2011 – target Kalteng). Hasil lelang perangko, dapat dana 100 juta lebih. Pelatihan untuk pertolongan pertama bisa dikembangkan. Kerjasama dengan swalayan. Ibu Trisna gigih menyebarkan kupon dalam bulan dana. Sesuai ketentuan yang ada 85% milik kabupaten, 10% ke provinsi, 5% ke pusat. Pusat akan mengembalikan semua ke kabupaten. Solo tidak mau lagi menerima dana dari pemerintah. Banyumas dan Semarang juga luar biasa.
Iklan

Tentang jumatil

Dilahirkan di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Sekolah di Depok (Jawa Barat) dan Jakarta. Bertugas sebagai Dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Saat ini ingin mengenalkan Kapuas kepada dunia, melalui berbagai macam blog.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s