Penutupan Musyawarah Kerja Provinsi PMI Kalimantan Tengah Tahun 2011

Peserta Mukerprov berpose setelah penutupan

Dalam kegiatan penutupan yang diselenggarakan pada pukul 15.35 WIB tanggal 25 Oktober 2011 ini, Pak Tiel Jabar menyampaikan laporan dari panitia. Peserta yang tidak mengikuti adalah dari Barito Utara. Yang tadi pagi hadir, tapi yang ijin untuk kembali lebih dahulu adalah dari Kotawaringin Timur. Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) dari masing-masing kabupaten sudah diselesaikan.

Sambutan penutupan dari ketua pengurus provinsi, Bapak Nahson Taway, mengatakan bahwa apa yang dilakukan saat ini adalah perencanaan awal untuk kegiatan di kabupaten tahun 2012. Melalui Mukerprov kita dapat melihat kemampuan dan kelemahan kita dalam mengelola organisasi dan kita dapat belajar dari kabupaten lain dalam mengelola kegiatan kepalangmerahan.

Tahun 2012 nanti sudah ada yang disepakati yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh pengurus kabupaten dan kota. Kita harus mengajukan proposal yang meyakinkan pihak pengambil keputusan. Pada tahun 2012 yang akan berakhir kepengurusannya adalah Barito Selatan dan Kapuas. Muskab diharapkan dapat dilaksanakan pada satu bulan sebelum masa kerja berakhir. Apapun hasil rapat kerja, diharapkan dilaporkan ke provinsi.

Provinsi akan membuat surat rekomendasi dari Gubernur untuk semua bupati se-Kalimantan Tengah. Lakukan pendekatan ke pejabat yang berwenang. Kegiatan harus jelas. PMR merupakan salah satu kunci. Paling tidak kabupaten/kota menyiapkan pembina PMR.

Dana yang diterima bergantung pada proposal dan perhatian dari pejabat pemegang anggaran. Sukamara akan menggunakan dana terintegrasi (lintas sektor). Kegiatan Green and Clean merupakan contoh kegiatan yang dapat dilihat oleh massa. Program tahun 2012 ada pelatihan-pelatihan yang diusulkan oleh kabupaten. Mengenai juklat pengelolaan organisasi, sudah pernah disampaikan kepada pengurus PMI Kabupaten berupa brosur, leaflet dan CD. Bila tidak ada, diusahakan untuk diadakan lagi.

Pengurus PMI Pusat meminta sejak tahun 2010 agar kabupaten / kota memiliki minimal 30 orang relawan (KSR atau TSR). Mereka ini ada biodatanya yang lengkap. Oleh pengurus diberikan KTA KSR/TSR. Petunjuk pembuatan kartu anggota sudah diberikan sebelumnya. Bahkan ada asuransi untuk para relawan.

Program KPPBM, diharapkan juga bisa ditiru oleh kabupaten-kabupaten lain dengan mengajukan usulan kegiatan yang jelas.

Pengusulan dana ke pihak pemda hendaknya diusahakan agar jangan sampai disamakan dengan LSM yang lain. PMI memiliki Keppres sehingga bisa disesuaikan dengan lembaga yang sejenis.

Untuk hal-hal yang memerlukan dukungan dari Bupati, akan diusahakan surat dari Gubernur. Tentu diharapkan ada gerak yang dirasakan oleh masyarakat.

About these ads

Tentang jumatil

Dilahirkan di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Sekolah di Depok (Jawa Barat) dan Jakarta. Bertugas sebagai Dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Saat ini ingin mengenalkan Kapuas kepada dunia, melalui berbagai macam blog.
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Penutupan Musyawarah Kerja Provinsi PMI Kalimantan Tengah Tahun 2011

  1. Hariawan berkata:

    Selamat bertugas Pak Dokter, semoga PMI Kalimantan Tengah pada umumnya maupun PMI Kabupaten Kapuas dapat selalu sukses……….(Hariawan di Kasongan)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s